Minggu, 12 Mei 2013



Penyusunan Kuesioner Penelitian
Hasan Mustafa
       Kuesioner atau banyak yang menyebutnya angket adalah salah satu alat yang banyak dipakai untuk mencari data, khusususnya data yang berbentuk “opini”/pendapat/sikap. Walau mungkin tampaknya mudah, karena “hanya” bertanya, namun dalam praktiknya lebih sulit dari yang dibayangkan. Tidak sedikit kuesioner yang disusun dirombak total ketika dikonsultasikan kepada para akhlinya. Hal ini terjadi biasanya karena kuesionernya dinilai tidak valid, artinya tidak sesuai atau dalam bahasa popular “tidak nyambung” dengan definisi operasional dan konseptual variabel penelitiannya. Misalnya, yang ingin diteliti adalah “persepsi”, tetapi kuesionernya berisikan pertanyaan tentang “sikap”. Ingin mengetahui “tingkat kepuasan”, tetapi isi kuesionernya tidak mampu mengukur “tingkat kepuasan”. Untuk hal terakhir tadi (validitas) akan dibahas dalam topik khusus.
        Pembahasan tentang kuesioner kali ini dibatasi pada bagaimana cara menyusun kuesioner, dikaitkan dengan definisi operasional variabel penelitian. Untuk itu kita langsung saja pada pokok pembahasan sesuai dengan contoh-contoh yang telah dibahas dalam penyusunan definisi operasional variabel penelitian.
       Contoh pertama penyusunan kuesioner (dalam kasus ini) adalah definisi operasional variabel “motivasi” berdasarkan pendapat Victor Vroom yaitu M = E x I x V. Agar memperoleh nilai atau skor motivasi (M) maka peneliti harus mampu memperoleh data tentang expectancy, instrumentality, dan valence. Expectancy (E) berupa data tentang seberapa besar keyakinan responden bahwa dia(mereka) mampu mengerjakan tugas tertentu dengan baik. Instrumentality (I) berupa data tentang seberapa besar tingkat keyakinan responden bahwa dia (mereka) akan memperoleh imbalan ketika mereka berhasil menyelesaikan tugas tertentunya tadi. Valence (V)  berupa data tentang seberapa tinggi nilai imbalan yang akan diterimanya.
     Jumlah pertanyaan (pernyataan) untuk setiap dimensi tidak boleh terlampau sedikit, sehingga tidak mengukur dimensi tersebut secara meyakinkan. Misalnya, untuk mengetahui apakah responden yakin bahwa dia mampu (expectancy), satu pertanyaan saja tidaklah mencukupi. Untuk satu dimensi bisa dibuat 5 sampai dengan 10 pertanyaan atau pernyataan, sehingga jumlah pertanyaan/pernyataan yang akan diajukan sekitar 15 sampai 30 (untuk 3 dimensi). Di samping pertanyaan atau pernyataan, peneliti juga harus memberikan alternatif  jawaban sesuai dengan definisi operasional bagi setiap butir pertanyaan/peryataan. Alternatif jawaban harus “nyambung” atau relevan dengan pertanyaan/pernyataan. Satu pertanyaan/pernyataan harus hanya mengutarakan satu konsep saja. Misalnya, jangan bertanya tentang makanan dan minuman dalam satu pertanyaan karena ada dua konsep, yaitu makanan dan minuman. Jadi harus dua pertanyaan.
Definisi Operasional

Variabel

Definisi Konseptual
Definisi Operasional
Dimensi
Skor Motivasi
Skala Pengkuran








Motivasi



Motivation is a product of the individual’s expectancy that a certain effort will lead to the intended performance, the instrumentality of this performance to achieving a certain result, and the desirability of this result for the individual, known as valence”.

M=ExIxV
Victor Vroom


1.Expectancy:
Keyakinan seseorang bahwa dia mampu mengerjakan tugas yang dibebankan kepadanya
2.Instrumentality:
Keyakinan seseorang bahwa jika dia berhasil mengerjakan tugas maka dia akan memperoleh imbalan
3.Valence
Nilai imbalan bagi seseorang ketika imbalan tersebut diperoleh
a.Ekspektancy dan Instrumentality
Keyakinan sangat tinggi, skor 1
Keyakinan tinggi skor 0,75
Keyakinan cukup, skor 0.50
Keyakinan rendah 0,25
Keyakinan sangat rendah skor 0.00

b. Valence
Nilai imbalan sangat tinggi, skor 1
Nilai imbalan tinggi, skor 0,75
Nilai imbalan cukup, skor 0,50
Nilai imbalan rendah, skor 0,25
Nilai imbalan sangat rendah, skor 0,00








Interval
Agar dapat dimengerti lebih mudah, kuesioner dimasukan ke dalam tabel.
Kuesioner

No.

Pertanyaan/Pernyataan
Jawaban
Sangat
Yakin
Yakin
Cukup Yakin
Tidak Yakin
Sangat Tidak Yakin

EXPECTANCY





1
Berdasarkan pengalaman kerja saya, saya dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik





2
Berdasarkan pendidikan formal saya, saya dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik





3
Dengan waktu yang tersedia, saya dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik






Dst……….






INSTRUMENTALITY





1
Jika pekerjaan saya selesai, saya akan memperoleh insentif atau bonus





2
Jika pekerjaan saya selesai, saya akan dipromosikan





3
Jika pekerjaan  saya selesai, atasan saya akan mengucapkan terimakasih






Dst…….







VALENCE
(butir pertanyaan/pernyataan dalam dimensi ini harus dikaikan dengan dimensi instrumentality)


Sangat bernilai

Berni-lai

Cukup berni-lai

Tidak berni- lai

Sangat tidak berni-lai
1
Buat saya insentif/ bonus





2
Buat saya promosi jabatan





3
Buat saya, ucapan terimakasih






Dst………………….






      Yang perlu diingat, agar memudahkan perhitungan pemberian skor, kalimat dari setiap pernyataan haruslah kalimat positif, bukan negatif.  Misalnya: Jika pekerjaan Anda selesai, Anda akan memperoleh insentif atau bonus” (positif), bukan : “Jika pekerjaan Anda selesai Anda tidak akan memperoleh insentif atau bonus”(negatif) . Namun jika memang sengaja (dengan tujuan tertentu) atau tidak disengaja ternyata kalimatnya negatif, maka skornya dibalik. Artinya, kalau jawabannya positif (sangat setuju atau setuju) maka nilainya 1 dan 2 sedangkan jawaban negative (tidak setuju/sangat tidak setuju) skornya 4 dan 5.
Contoh kedua : Variabel Kepuasan Kerja
Definisi Operasional

Variabel

Definisi Konseptual
Definisi Operasional
Dimensi
Skor Sikap
Skala Pengukuran


Kepuasan Kerja

Sikap pekerja terhadap dimensi- dimensi pekerjaan
  1. Upah/gaji/imbalan financial
  2. Pekerjaan itu sendiri
  3. Rekan kerja
  4. Atasan
  5. Promosi
Sangat  Tidak Memuaskan: 1
Tidak Memuaskan: 2
Cukup Memuaskan 3
Memuaskan 4
Sangat Memuaskan: 5


Interval



 Kuesioner

No.

Pertanyaan/Pernyataan
Jawaban
Sangat Memuaskan
Memuaskan
Cukup Memuaskan
Tidak Memuaskan
Sangat
Tidak
Memuaskan
 A
Upah/gaji/imbalan finansial





1.
Jumlah gaji / upah tetap yang diberikan oleh organisasi kepada saya





2.
Insentif yang diberikan oleh organisasi kepada saya





3.
Uang hadir yang diberikan oleh organisasi kepada saya






Dst ……





B
Pekerjaan





1.
Beban kerja yang saya rasakan





2.
Jenis pekerjaan yang saya lakukan





3.
Tingkat kesulitan pekerjaan saya






Dst……





C
Rekan Kerja





1
Pertolongan dari rekan kerja saya





2
Persahabatan dengan rekan kerja saya





3
Kerjasama dengan rekan kerja saya





D
Atasan





1
Kerjasama dengan atasan saya





2
Pengarahan dari atasan saya





3
Dukungan dari atasan saya





4
Pengawasan dari atasan saya






Dst…..





E.
Promosi





1
Menurut saya kesempatan untuk promosi





2
Menurut saya prosedur promosi





3
Menurut saya persyaratan promosi






Dst………..






Contoh ketiga: Variabel “Kepuasan Konsumen Terhadap Mutu Pelayanan di Rumah Makan X”
Definisi Operasional

Variabel

Definisi Konseptual
Definisi Operasional
Dimensi
Skor Kepuasan
Skala Pengukuran



Kepuasan Konsumen Terhadap Mutu Pelayanan

Perasaan suka atau kecewa konsumen terhadap dimensi-dimensi peyananan (Reliability, Responsiveness, Assurance , Empathy, dan Tangible) yang dihasilkan dari proses perbandingan kinerja mutu pelayanan dengan harapan”


  1. Reliability
  2. Responsiveness
  3. Assurance
  4. Empathy
  5. Tangible


Kinerja lebih buruk daripada harapan skor 1 (tidak Puas)
Kinerja sama dengan harapan skor  2  (puas)
Kinerja lebih baik daripada harapan skor 3 (sangat puas)




Interval

Kuesioner


No.


Kinerja (performace)
Jawaban
Lebih baik
daripada harapan
 Sesuai dengan harapan
Lebih buruk daripada harapan
A
Reliability



1
Kelengkapan menu makanan dan minuman



2
Ketepatan promosi / iklan



3
Dst,,,



B
Responsiveness



1
Kecepatan pelayanan makanan/minuman



2
Kecepatan pelayanan pembayaran



3
Kecepatan melayani permintaan tambahan



4
Dst……………….



C
Assurance



1
Mutu makanan yang dijual



2
Mutu minuman



3
Dst………….



D
Empathy



1
Pemahaman pelayan terhadap kebutuhan Anda



2
Keramahan pelayanan



3
Dst……………….



E
Tangible



1
Kebersihan ruangan



2
Kenyamanan udara di ruangan



3
Dst……………..



Catatan: Dalam kolom jawaban hanya diberikan tiga kategori jawaban, yaitu sangat sesuai, sesuai, dan tidak sesuai dengan harapan, karena konsep yang dikemukakan oleh Kottler memang seperti itu. Namun ketika peneliti ingin membuat menjadi lima alternatif dengan tujuan agar memperoleh data lebih rinci, boleh saja dilakukan namun perlu dijelaskan mengapa hal tersebut dilakukan.
Contoh berikutnya adalah kuesioner yang disusun dalam upaya ingin mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dengan kinerja. Katakanlah, yang ingin diteliti adalah pegawai di suatu perusahaan atau instansi.
Definisi Operasional:

Variabel

Definisi Konseptual
Definisi Operasional
Tingkat Pendidikan
Peringkat Pendidikan
Skala Pengukuran


Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidian adalah urutan pendidikan formal mulai dari pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi
SD
SLTP
SLTA
S1
S2
S3
SD = 1
SLTP = 2
SLTA = 3
S1 = 4
S2 = 5
S3 = 6



Ordinal


Dimensi/aspek penilaian kinerja

Skor Kinerja Pegawai




Kinerja Pegawai

Kinerja pegawai adalah hasil penilaian organisasi atas apa-apa yang telah dilakukan pegawai selama bekerja
Kehadiran
Loyalitas
Kualitas Kerja
Kuantitas Kerja
Kerjasama
Inisiatif
Kepemimpinan

Sangat Baik = 5
Baik = 4
Cukup = 3
Kurang Baik = 2
Sangat Kurang  Baik = 1



Interval

         Dalam beberapa kasus, kuesioner tidak seharusnya diisi oleh orang yang sedang kita teliti, dengan tujuan agar memperoleh data yang relatif obyektif. Misalnya, ketika peneliti ingin mengetahui kinerja responden maka informasinya akan lebih obyektif jika pihak lainlah yang memberikannya. Informasi kinerja pegawai akan lebih obyektif jika diisi oleh atasan langsung pegawai tersebut.  Idealnya, data kinerja pegawai berupa data sekunder – data yang sudah ada dalam organisasi. Tugas peneliti hanya menyalin data yang sudah ada. Namun jika data sekunder tidak ada maka tidak ada jalan lain, peneliti harus membuat kuesioner seperti di bawah ini:

Nama Pegawai Yang Dinilai: ………………………………………………, Unit Kerja: …………………………..

Pendidikan : SD – SLTP – SLTA – S1 – S2 – S3 (Dilingkari)
Kinerja Pegawai

No.

Faktor Yang Dinilai

Sangat baik

Baik

Cukup

Tidak baik


Sangat Tidak Baik
1
Kehadiran





2
Loyalitas





3
Kualitas Kerja





4
Kuantitas Kerja





5
Kerjasama





6
Inisiatif





7
Kepemimpinan







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar